Jusuf Kalla Library UIII: Perpustakaan 8 Lantai yang Bikin Betah

Kebetulan lagi cari-cari tempat pelarian yang damai dan tenang. Eh, tuing.... muncullah tempat ini di online. Kok baru dengar ya? Namanya ngga begitu santer terdengar, atau gue-nya yang kuper... Entahlah. Akhirnya, penasaran. Langsung cusss ke TKP.

Jusuf Kalla Library
Jusuf Kalla Library

Kalau dengar kata "Perpustakaan", yang terbayang biasanya rak-rak buku lama, meja panjang coklat yang usang, kursi berderet, lalu suasana yang wajib kudu tenang.

Tapi, hilangkan bayangan seperti itu deh gaes, kalau kita mo berkunjung ke Jusuf Kalla Library di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), karena dijamin saat lo masuk.... pasti akan langsung : mematung, hening sejenak dan mulut pun akan mangap dan berseru... Wowwwwwww!!!!!!!

Jusuf Kalla Library

Perpustakaan yang berada di kawasan UIII, tepatnya di Jl. Raya Jakarta - Bogor, Cisalak, Depok ini memang punya fungsi sebagai tempat membaca dan mencari referensi. Namun, fasilitas yang tersedia membuatnya terasa lebih seperti sebuah ruang membaca yang megah, ruang belajar dan riset yang keren, area diskusi yang kekinian, dan banyak lagi dehhhh.

Terdiri dari 8 lantai, dan ini pembagiannya:
Lantai 1: lobi, loker, area layanan, dan fasilitas pendukung.
Lantai 2: ruang baca anak, koleksi khusus, CSIS Corner, dan podcast studio.
Lantai 3: Great Reading Hall, area baca, working space, dan koleksi tertentu.
Lantai 4 - 6: area koleksi dan ruang baca dengan berbagai bahasa serta fasilitas pendukung.
Lantai 7: ruang seminar/meeting.
Lantai 8: area teater

Menariknya lagi, perpustakaan ini terbuka untuk masyarakat umum. Pengunjung cukup melakukan registrasi di meja resepsionis dan membayar biaya akses harian sebesar Rp10.000 per orang. Pengunjung umum memang tidak bisa meminjam buku seperti anggota komunitas akademik UIII, tetapi tetap dapat membaca koleksi di tempat serta menggunakan sejumlah fasilitas yang tersedia.

Great Reading Hall
Great Reading Hall

Perpustakaan kok mirip Mall

Salah satu hal yang terasa berbeda ketika masuk ke Jusuf Kalla Library adalah konsep ruangnya. Megah. Kayak mo shoping di Mall. Yang bikin betah justru bukan bukunya, tapi suasananya. Tenang, terang, dan banyak tempat yang bisa dipilih.

Ada Great Reading Hall, ruang baca yang luas dengan pencahayaan alami dari skylight dan jendela besar. Ada pula working space untuk bekerja atau belajar secara lebih fokus, lounge, tribune, hingga ruang kelas. Jadi kalau datang untuk mengerjakan tulisan atau penelitian, pilihannya tidak hanya satu tempat. Bebas deh tinggal pilih sesuai selera. Desainnya juga beda-beda, ada juga yang berasa kayak di cafe.

Jusuf Kalla Library
Keren kan... berasa lagi ngupi-ngupi di cafe

Buat yang senang bekerja sambil mencari suasana baru, tempat seperti ini cukup menarik. Membawa laptop (free WIFI), mencari referensi, lalu menghabiskan beberapa jam untuk membaca atau menulis bisa menjadi pengalaman yang berbeda dibanding bekerja dari kafe.

Jusuf Kalla Library
Dijamin betah, asal jangan sampe keterusan molor disini ya...

Koleksinya juga punya cerita

Bagian yang paling menarik bukan cuma fasilitasnya, melainkan koleksi-koleksi khususnya.

Ada Jusuf Kalla Collection, yang berasal dari sumbangan Jusuf Kalla. Koleksi tersebut mencerminkan perjalanan intelektual dan minatnya, terutama dalam bidang Islam, politik, dan ekonomi.

Kemudian ada Prof. M. C. Ricklefs Collection. Bagi orang yang tertarik dengan sejarah Indonesia, koleksi ini wajib dan kudu diperhatikan. Ricklefs dikenal sebagai sejarawan yang banyak menulis tentang sejarah Indonesia, Islam, dan politik. Koleksinya memberikan sudut pandang akademik yang cukup luas mengenai Indonesia.

Ada juga CSIS Collection yang banyak berkaitan dengan politik, ekonomi, serta isu strategis Indonesia dan Asia Tenggara.

Selain itu, terdapat koleksi Prof. Dr. Bahtiar Effendy, Jeffrie Geovanie, koleksi Women's and Gender Studies dari Kalyanamitra, hingga Rare Books and Special Collections. Jadi, jangan membayangkan perpustakaan ini hanya berisi buku teks mahasiswa. Ada banyak koleksi yang memiliki nilai sejarah dan akademik tersendiri.

Ternyata ada Studio Podcast

Ini salah satu bagian yang mungkin membuat orang sedikit terkaget-kaget.

Perpustakaan ternyata memiliki podcast studio dengan perangkat rekaman dan ruang yang kedap suara. Jadi perpustakaan tidak hanya menjadi tempat orang menerima informasi, tetapi juga menjadi tempat memproduksi dan menyebarkan pengetahuan.

UIII Library bahkan memiliki program Library Podcast dengan berbagai format seperti Book Review, Library Guest, Student Talks, dan Book Forum.

Konsep seperti ini menunjukkan bahwa perpustakaan zaman sekarang memang sudah berubah. Buku tetap penting, tetapi diskusi, audio, teknologi, penelitian, dan produksi konten juga menjadi bagian dari ekosistem pengetahuan.


Bahkan Ada Ruang Baca Anak

Ini juga cukup unik loh, di dalam perpustakaan tersedia children's reading area dan daycare.

Memang agak tidak biasa siehhhh menemukan fasilitas seperti ini di perpustakaan universitas. Namun, ini artinya bahwa perpustakaan UIII mencoba menjadi ruang yang ramah bagi masyarakat dan keluarga. Anak-anak jadi memiliki ruang membaca sendiri dengan koleksi yang sesuai usia.

Jadi, bagi orang tua yang ingin tetap membaca, belajar, atau mengerjakan sesuatu sambil membawa anak, fasilitas semacam ini tentu sangat membantu.

Jusuf Kalla Library
Kalo mo ngemil atau minum disini ya gaes

Jangan datang tanpa tahu buku yang dicari

Ada tips sederhana kalau ingin berkunjung ya gaes : cek katalog terlebih dahulu.

Jusuf Kalla Library memiliki OPAC atau katalog online. Dari sana kita bisa mencari buku, jurnal, tesis, prosiding, dan berbagai koleksi yang tersedia. Jadi kalau punya topik tertentu, sebaiknya cari dulu dari rumah sebelum berangkat.

Bagi yang ngga sempat datang pagi atau siang, jam operasionalnya juga cukup bersahabat kok.

Buka Senin - Jumat pukul 09.00 - 21.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00 - 16.00 WIB. Perpustakaan biasanya tutup pada hari Minggu, hari libur nasional, dan masa cuti bersama.


Waktu buka sampai malam ini tentu bikin betah kaum introvert, terutama bagi kamu yang sedang mencari tempat pelarian dan pengen cari suasana tenang untuk baca dan kerja.

So gaes, carilah tempat pelarian yang tenang dan bisa menambah ilmu. Jangan cari tempat yang cuma berisik, bikin capek, dan akhirnya malah bawa beban baru pulang. Hahahaha….

- erka

Komentar

Posting Komentar