Lomba Panjat Pinang: Sukses Ternyata Butuh Pijakan
Momen seru setiap 17 Agustus di negri tercinta, lomba panjat pinang selalu mengundang tawa. Sekumpulan pria setengah telanjang berusaha memanjat batang pinang licin demi meraih hadiah di puncak. Penonton paling rame jelas... emak-emak!
Yang paling atas memang terlihat paling heroik. Dialah yang akhirnya menyentuh hadiah. Dialah yang berteriak paling keras. Dialah yang fotonya mungkin paling banyak diabadikan.
Tetapi orang-orang di bawah?
Ya sudah. Mereka hanya akan berdiri di tanah sambil menatap hadiah dari kejauhan.
Di sinilah panjat pinang sebenarnya sedang mengajarkan sesuatu yang sederhana:
![]() |
| Panjat Pinang di Kali Malang |
Lomba panjat pinang merupakan salah satu tradisi permainan 17 Agustus yang identik dengan kerja sama, perjuangan, dan keseruan dalam merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Sore ini sempat mampir ke daerah Cipinang Melayu, Kalimalang, Jakarta Timur, yang setiap tahun selalu rutin bikin lomba panjat pinang seru, yang penontonnya membludak dan sukses membuat macet jalan raya. Ternyata lama juga loh nunggu sampai para peserta berhasil, hampir satu jam-an baru deh ada yang berhasil.
Kelihatannya tuh sederhana. Tetapi kalau mo repot-repot direnungkan, permainan ini mungkin punya filosofi yang agak nyeleneh loh...
Kelihatannya tuh sederhana. Tetapi kalau mo repot-repot direnungkan, permainan ini mungkin punya filosofi yang agak nyeleneh loh...
Yang Naik Satu, Tapi Yang Berkorban Menjadi Pijakan Banyak
Coba deh ente perhatikan strategi sebuah tim panjat pinang. Biasanya ada yang paling bawah. Tubuhnya menjadi fondasi. Ada yang di tengah, menjaga keseimbangan. Ada yang bertugas memanjat semakin tinggi sampai akhirnya meraih hadiah.Yang paling atas memang terlihat paling heroik. Dialah yang akhirnya menyentuh hadiah. Dialah yang berteriak paling keras. Dialah yang fotonya mungkin paling banyak diabadikan.
Tetapi orang-orang di bawah?
Ya sudah. Mereka hanya akan berdiri di tanah sambil menatap hadiah dari kejauhan.
Di sinilah panjat pinang sebenarnya sedang mengajarkan sesuatu yang sederhana:
Kesuksesan yang terlihat sering kali ditopang oleh kerja keras yang tidak terlihat.
Di kehidupan nyata pun begitu.
Dalam panjat pinang, orang-orang di bawah tahu apa yang mereka lakukan. Mereka bekerja sama. Punya tujuan yang sama. Mereka sepakat siapa yang akan naik. Dan ketika berhasil, idealnya hadiah itu menjadi milik bersama.
Dalam kehidupan nyata, persoalannya menjadi lebih rumit...
-------------------
![]() |
| Lagi-lagi tumbang.... |
Orang yang Paling Bawah, Paling Menderita
Ini filosofi sosial yang cukup pedas:
Yang paling berat menanggung beban, belum tentu yang paling banyak menikmati hasil.
Yang paling berat menanggung beban, belum tentu yang paling banyak menikmati hasil.
Tapi, kalau semua ingin berada di atas, maka tidak ada yang bisa naik! Panjat pinang mengajarkan : "Seseorang harus bersedia berada di bawah terlebih dahulu, agar orang lain bisa mencapai puncak."
-------------------
Ada Satu Hal yang Harus Diingat!
Ada perbedaan besar antara menjadi pijakan karena kesepakatan dan menjadikan orang lain sebagai pijakan karena keserakahan. Nah.....Dalam panjat pinang, orang-orang di bawah tahu apa yang mereka lakukan. Mereka bekerja sama. Punya tujuan yang sama. Mereka sepakat siapa yang akan naik. Dan ketika berhasil, idealnya hadiah itu menjadi milik bersama.
Dalam kehidupan nyata, persoalannya menjadi lebih rumit...
Jangan sampai filosofi “satu orang naik, yang lain menjadi pijakan” berubah menjadi:
“Saya sukses karena berhasil memanfaatkan orang lain.” (nah, loh...)
Itu mah bukan gotong royong. Itu namanya… naik kelas sendirian.
Panjat pinang justru mengajarkan sebaliknya.
“Saya sukses karena berhasil memanfaatkan orang lain.” (nah, loh...)
Itu mah bukan gotong royong. Itu namanya… naik kelas sendirian.
Panjat pinang justru mengajarkan sebaliknya.
Kalau kita berhasil mencapai puncak, jangan lupa menoleh ke bawah. Lihat siapa yang menopang kita. Lihat siapa yang menahan beban. Lihat siapa yang membantu ketika kita belum mampu berdiri sendiri. Sebab orang yang berada di atas sebenarnya tidak berdiri sendirian.
Artinya, ia berdiri di atas kepercayaan banyak orang.
Artinya, ia berdiri di atas kepercayaan banyak orang.
-------------------
![]() |
| Terjun bebas... |
Dan setelah hadiah diambil... semua pun turun kembali
Ini mungkin filosofi paling menarik:
"Setinggi apa pun seseorang mencapai puncak, pada waktunya nanti dia tetap harus turun juga."
Jadi jangan terlalu sombong ketika sedang berada di atas ya brai...
Jadi jangan terlalu sombong ketika sedang berada di atas ya brai...
Udah ahhh.... segitu aja tulisan buat perayaan kemerdekaan hari ini.
Sebenarnya sih, ini kata ane loh... kalo masih banyak orang yang harus terinjak buat mencapai kesuksesan artinya itu mah belum merdeka bosssss....
Apalagi jika musti ada yang keracunan dulu, padahal katanya gembar gembor mo memperbaiki gizi lah, itu mah namanya sistem belum siap bosss.... Ngapain juga sih dipaksakan. Mending bikin dulu skala kecil. Jalankan. Evaluasi. Jika udah josss, baru deh diduplikasi massal.
Udah ahhh... Tidur! Udah malem.
- erka



Kita menang Masih terjajah bangsa sendiri
BalasHapus