Overthinking: Kenapa Pikiran Kita Suka Bikin Ribet?
Mata melek kepikiran. Mata merem.. tetep mikir. Jam dinding sudah menunjukkan pkl. 23.53 WIB. Tapi tadi sempat gerimis. Syukurlah....
Tau ngga? BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung sekitar Juli sampe September, sehingga Agustus ini memang berada di periode yang cenderung kering. Saat ini pola angin timuran/tenggara dari Australia semakin berperan. Angin ini membawa massa udara yang relatif kering, sehingga pembentukan awan lebih sedikit. (ini kata online loh, bukan kata sayah...)
Balik lagi...
![]() |
| Melawan OVT |
Tau ngga? BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung sekitar Juli sampe September, sehingga Agustus ini memang berada di periode yang cenderung kering. Saat ini pola angin timuran/tenggara dari Australia semakin berperan. Angin ini membawa massa udara yang relatif kering, sehingga pembentukan awan lebih sedikit. (ini kata online loh, bukan kata sayah...)
Balik lagi...
Overthinking
Inilah hasil OVT. Alhasil, bikin tulisan ini ajalah sambil melewati malam.Tulisan kali ini bukan tentang cerita perjalanan sepasang kaki, tapi cerita perjalanan sang otak, yang lari-lari terus di kepala karena dikejar-kejar pasukan pikiran jelek.
Kata si Gogel, mengatasi overthinking itu kuncinya bukan memaksa pikiran "konslet" kita supaya “jangan berpikir”, tetapi menghentikan siklus berpikir yang tidak menghasilkan tindakan. (Nah, bingung kan...)
Contohnya begini :
Tentukan: bisa dikendalikan atau tidak?
Kalau bisa dilakukan sesuatu, ambil satu langkah kecil sekarang. Jangan menunggu semuanya sempurna.
Kata si Gogel, mengatasi overthinking itu kuncinya bukan memaksa pikiran "konslet" kita supaya “jangan berpikir”, tetapi menghentikan siklus berpikir yang tidak menghasilkan tindakan. (Nah, bingung kan...)
Contohnya begini :
Pisahkan Fakta dan Asumsi
Tanyakan: “Apa yang benar-benar gue tahu, dan apa yang hanya gue takutkan?”Tentukan: bisa dikendalikan atau tidak?
Kalau bisa dilakukan sesuatu, ambil satu langkah kecil sekarang. Jangan menunggu semuanya sempurna.
Batasi waktu untuk memikirkan masalah
Misalnya beri diri sendiri 15 menit untuk menulis semua kekhawatiran. Setelah itu, tutup catatan dan kembali ke aktivitas.
Jangan percaya semua yang muncul di kepala
Pikiran seperti “pasti gagal”, “pasti ribet”, atau “nanti semuanya kacau” belum tentu fakta!
Kembalikan perhatian ke saat ini
Jangan percaya semua yang muncul di kepala
Pikiran seperti “pasti gagal”, “pasti ribet”, atau “nanti semuanya kacau” belum tentu fakta!
Kembalikan perhatian ke saat ini
Tarik napas perlahan, rasakan kaki menyentuh lantai, lihat benda di sekitar, lalu fokus pada satu aktivitas yang sedang dilakukan.
Kalau muncul menjelang tidur...
Tulis apa yang mengganggu pikiran. Katakan pada diri sendiri: “Ini tidak harus saya selesaikan malam ini.” (nah ini yang lagi gue lakuin gaes!)
Baca Juga : Jusuf Kalla Library UIII: Perpustakaan 8 Lantai yang Bikin Betah
Kalau muncul menjelang tidur...
Tulis apa yang mengganggu pikiran. Katakan pada diri sendiri: “Ini tidak harus saya selesaikan malam ini.” (nah ini yang lagi gue lakuin gaes!)
Baca Juga : Jusuf Kalla Library UIII: Perpustakaan 8 Lantai yang Bikin Betah
Kalimat yang cukup kuat untuk mengingatkan diri:
“Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan berpikir lebih lama. Kadang kita hanya perlu berhenti sejenak.”Hmmm.... itu masalahnya... gimana caranya berhenti sejenak. Si Gogel mah enak ngga perlu tidur. Lah, kita... butuh bugar! Biar kuat besok nyari cuan!
Akhirnya... ngantuk datang gaes. Saat pkl. 00.12 WIB. Selamat malam kawan.... Mari bermimpi menjadi pengupas bawang yang katanya dibayar 700rebu perKg. Halahhh!
- erka


Komentar
Posting Komentar