Bogor Yang Terlupakan : Terowongan Tua Sempur - Apa yang Disembunyikan Belanda di Bawah Ciliwung?

Bayangkan kamu berjalan di kawasan Sempur, lalu menemukan sebuah lorong tua di bawah jembatan. Gelap. Dingin. Di bawahnya Sungai Ciliwung terus mengalir.

Terowongan Sempur, Bogor
Terowongan Sempur, Bogor


Pertanyaan pertama mungkin bukan, “Apa nilai sejarahnya?”

Tapi:

“Ini jalan ke mana?”

Ternyata, lorong itu bukan terowongan rahasia seperti dalam film. Ia merupakan bagian dari Jembatan Sempur/Jalak Harupat yang dibangun pada masa Hindia Belanda, sekitar 1922.

  

Untuk apa dibuat?

Pada awalnya, lorong tersebut berkaitan dengan kebutuhan teknis jembatan, termasuk pemeliharaan dan inspeksi kawasan sungai serta konstruksi jembatan.

Seiring waktu, lorong ini juga dimanfaatkan sebagai akses pejalan kaki.

Yang menarik, setelah lebih dari 100 tahun, peninggalan tersebut masih bisa ditemukan hingga sekarang.

Bayangkan, ketika lorong ini dibangun, belum ada smartphone, belum ada Google Maps, bahkan belum ada ojol. Tapi sekarang kita bisa datang sambil membuka Google Maps dan bertanya: 
“Beloknya di mana, ya?” 😄

Di mana lokasinya?

Terowongan berada di kawasan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, tepatnya di bawah Jembatan Jalak Harupat yang melintasi Sungai Ciliwung, dekat Lapangan/Taman Sempur.

Untuk mencarinya, gunakan kata kunci “Terowongan Sempur” atau “Terowongan Hindia Belanda Sempur” di aplikasi navigasi.

Datanglah siang hari dan tetap berhati-hati karena ini berada di lingkungan ruang publik, bukan objek wisata bawah tanah dengan fasilitas lengkap.

Terowongan Sempur, Bogor
Terowongan Sempur, Bogor

Baca Juga : Menelusuri Gedung Ex-Chartered Bank di Kota Tua Jakarta: Sejarah, Misteri, dan Ide Gila

Lebih dari sekadar lorong

Mungkin terowongan ini tidak menyimpan harta karun Belanda. Tidak ada peti emas. Tidak ada peta menuju istana rahasia. Tetapi ia menyimpan sesuatu yang jauh lebih berharga:

Jejak kehidupan Bogor lebih dari satu abad lalu.

Jembatan berubah. Kota berubah. Generasi berganti. Namun lorong kecil di bawah Sempur itu masih bertahan. Dan mungkin, setiap kali kita melewatinya, kita sebenarnya sedang berjalan melewati sepotong kecil Bogor tahun 1922.

Bogor Yang Terlupakan — karena sejarah kadang tidak perlu dicari jauh-jauh. Cukup berhenti sebentar dan melihat apa yang selama ini kita lewati.

- erka

Komentar

Posting Komentar